Jenggot: Pengertian, Faktor Pertumbuhan & Ras Jenggotan

Jenggot: Pengertian, Faktor Pertumbuhan & Ras Jenggotan

Jenggot tipis yang terawat adalah sunnah dalam syariat Islam (syar’i). Yuk cari tahu apa itu jenggot, faktor yang menentukan pertumbuhan jenggot dan alasan mengapa setiap ras/bangsa memiliki perbedaan jenggot?

Yuk simak ulasan difashop.com berikut ini.

Apa itu Jenggot?

Jenggot: Pengertian, Faktor Pertumbuhan & Ras Jenggotan

Jenggot adalah jenis rambut (bukan bulu!) manusia yang tumbuh pada pipi, leher, dan janggut (dagu). Bagi banyak orang, jenggot dipercaya memiliki sebuah kharisma tertentu, terutama yang berkaitan dengan kekuasaan dan kedewasaan. Dalam bahasa Inggris, istilah jenggot disebut dengan beard.

Menurut KKBI, jenggot diidentikan dengan bulu pada kambing. Pengertian jenggot (kambing) adalah bulu yang tumbuh, baik pada dagu kambing jantan maupun kambing betina dewasa dan bangsa kambing tertentu, seperti pada kambing kacang.

Penumbuh jenggot merupakan produk perawatan tubuh yang memang ditujukan untuk melebatkan jenggot. Produk ini terutama ditujukan bagi laki-laki yang secara alamiah sangat sulit untuk menumbuhkan jenggot.

Sejarah Jenggot

Sejak peradaban lembah sungai Indus hingga Mesir purba, dari Yunani hingga India, jenggot dipercaya sebagai salah satu tanda maskulinitas seseorang. Bahkan hingga sekarang, beberapa penelitian menyatakan bahwa wanita lebih tertarik kepada pria berjenggot daripada yang klimis. Mungkin itu sebabnya, produk penumbuh jenggot sangat dicari-cari di kalangan laki-laki.

Berbicara tentang jenggot tentu tak lepas dari public figure, baik nasional maupun internasional. Apakah Anda pernah melihat film India? Atau film-film dari Timur Tengah? Atau jika Anda mengaku penggemar bola, pasti tahu dong tentang Mohamed Salah? Kira-kira apa kesamaan yang menarik dan langsung terlihat dari mereka semua? Betul sekali, jenggotnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jenggot

Pertumbuhan jenggot sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh 2 hal yang bersifat alamiah, yaitu genetik dan hormon. Berikut penjelasannya.

Faktor Genetik / Keturunan

Sudah bukan rahasia lagi bahwa beberapa ras manusia begitu mudah menumbuhkan rambut jenggot, jambang, hingga rambut dada. Diantaranya yang sering ditemukan adalah dari bangsa Arab, India, dan sebagian Eropa.

Jamak pula diketahui bahwa sangat sulit untuk mendapati adanya orang berjenggot lebat pada beberapa ras tertentu, seperti jepang, china, korea, termasuk Indonesia. Yang mana bisa disebut wajar juga karena menurut beberapa sumber, nenek moyang Indonesia berasal dari  Yunan, di China.

Yang menarik adalah, pada beberapa orang dari  ras-ras tersebut, ternyata ada juga yang mampu menumbuhkan jenggot, jambang, dan rambut dada dengan mudah. Para peneliti menduga karena sensitivitas tubuh terhadap pengaruh hormon lebih kuat daripada yang lainnya. Oleh karena itu, beberapa produk bekerja seperti cara hormon dalam menumbuhkan jenggot.

Faktor Hormon

Meski  beberapa penelitian tentang pengaruh genetika terhadap tumbuhnya jenggot, masih perlu diperdalam, semua pihak sepakat tentang satu hal. Jenggot lebat ditemukan lebih banyak pada pria daripada wanita.

Jenis hormon pada pria

jenggot keren pada pria dipengaruhi hormon testosteron

Ini bukan masalah gender, emansipasi, atau bagaimana, tapi secara fisiologis, pria menghasilkan hormon penumbuh jenggot yang lebih banyak. Namanya  hormon testosteron, atau dikenal juga sebagai hormon laki-laki. Karena fungsi utamanya adalah sebagai hormon reproduksi pada laki-laki. Sedangkan hormon reproduksi perempuan adalah progesteron.

Menariknya, hormon testosteron ini sebenarnya ada juga pada wanita, hanya saja dosisnya lebih kecil. Menurut penelitian, hormon ini juga berperan meningkatkan libido dan gairah seksual. Itulah sebabnya muncul anggapan bahwa pria berjenggot lebat lebih jantan dan maskulin. Karena ia memiliki libido yang lebih tinggi dan aktif secara seksual.

Jenis hormon pada wanita

Pada wanita dengan sindrom hirsutism, jenggot juga dapat tumbuh dengan lebat. Sindrom hirsutism adalah sebuah sindrom pada wanita dimana ia menghasilkan testosteron secara berlebih. Sehingga timbul tanda-tanda reproduksi sekunder yang mirip dengan laki-laki seperti, jenggot lebat hingga payudara yang kecil (atau bahkan rata).

Perbedaan Pertumbuhan Jenggot antar Bangsa

Sebenarnya, setiap laki-laki pasti memiliki kemampuan untuk menumbuhkan jenggot secara alami. Karena secara fisiologis, pertumbuhan jenggot dipengaruhi oleh hormon testosteron yang ada pada semua laki-laki. Karena itu, semua pria yang dewasa pasti dapat menumbuhkan jenggot.

Jenggot pada bangsa Asia Timur

Dan percaya tidak percaya, ini berlaku untuk semua ras manusia, termasuk yang menurut kita tidak terkenal sebagai bangsa Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea. Di China misalnya, sering kita dapati kisah-kisah manhua atau dunia persilatan China yang tokohnya memiliki jenggot panjang. Apakah mereka memakai obat penumbuh jenggot?

Bahkan sejak dulu zaman 3 kerajaan, jenderal seperti Kuan Yu, pemimpin seperti Liu Bei, dan Cao Cao, dikenal memiliki jenggot yang panjang. Pun juga di Jepang dan Korea pun sering dikenal sebagai tokoh-tokoh bijaksana yang rata-rata memiliki jenggot yang panjang.

Jenggot pada bangsa Melayu

Hanya saja, pada beberapa ras/bangsa, mungkin pertumbuhan jenggotnya tidak selebat bangsa lainnya. Termasuk dalam hal ini adalah orang Indonesia sendiri. Rerata keturunan Indonesia asli (Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Papua, dan lainnya) jarang didapati yang berjenggot panjang.

Namun ini bukan berarti tidak menumbuhkan jenggot. Keturunan pribumi Indonesia tetap tumbuh jenggot kok, hanya tidak selebat bangsa India atau Arab yang terkenal dengan jenggot dan jambang yang sepenuh wajah.Untuk dapat menumbuhkan jenggot dengan lebat itulah, produk penumbuh jenggot alami diperkenalkan dari masa ke masa oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Meskipun terkadang kita dapati juga suku pribumi asli yang dapat menumbuhkan brewok dan jambangnya secara lebat dan mandiri, mayoritas masih membutuhkan penumbuh jenggot eksternal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.